SUMUT24 | Seorang pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah bernama Dude Kurniawan Pasha (16) tewas usai terjatuh di kawasan Puncak Sejati.
Pendakian dilakukan oleh korban bersama dua orang temannya via Banaran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Jumat, 21 Agustus 2026 malam.
Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, pendakian pada malam tersebut direncanakan tektok atau tanpa menginap.
Rencana Mendaki Tektok dengan Rekannya
Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto mengungkapkan bahwa ketiganya tiba di Basecamp Gunung Sumbing via Banaran pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.
Setelah cukup beristirahat, ketiganya memulai pendakian tektok sekitar pukul 23.30 WIB.
“Rombongan berangkat dari basecamp dalam kondisi fisik sehat untuk melakukan pendakian menuju Puncak Sejati,” ujar Totok kepada awak media pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Sempat Pisah dari Rombongan
Korban mendaki Puncak Sejati dengan satu orang temannya setelah satu teman lainnya memutuskan untuk berhenti di kawasan sabana.
Saat akan turun dari Puncak Sejati, Totok mengungkapkan bahwa korban dan temannya mengambil jalan yang berbeda.
“Dalam perjalanan turun pada Sabtu, 22 Agustus 2026, korban terpisah dari rekannya setelah mengambil jalur yang berbeda di sekitar area bawah Puncak Sejati,” terangnya.
“Rekan korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pihak Basecamp Banaran,” sambungnya.
Laporan itu dilakukan setelah korban tak kunjung tiba di basecamp sampai Sabtu malam dan tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian.
Ditemukan Tewas di Jurang Kedalaman Sekitar 150 Meter
Usai penyisiran dan pencarian pada Minggu, 23 Agustus 2026 pagi, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
“Pukul 13.20 WIB, korban ditemukan di jurang sekitar Puncak Sejati dengan kedalaman sekitar 150 meter dalam kondisi meninggal dunia (MD),” tulis keterangan dalam unggahan BPBD Temanggung, dikutip pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Setelah proses evakuasi, korban tiba di Basecamp Banaran pukul 13.40 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung,” imbuhnya.
Tim SAR lantas mengingatkan bagi pendaki, selain persiapan fisik juga harus memahami karakteristik jalur, melengkapi perlengkapan keselamatan, tetap bersama rombongan, dan tidak mengambil jalur yang tidak dikenali.(red)












Leave a Reply