SUMUT24 | SERDANG BEDAGAI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menegaskan komitmennya untuk mengawal pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor UMKM. Langkah nyata ini ditunjukkan lewat kunjungan langsung budidaya jamur tiram di wilayah Kabupaten Sergai.
Ketua DPC Partai Demokrat Sergai, Yunasril, SH, MKn didampingi Ketua Srikandi Demokrat Sergai, Kikky Febriasi, menyatakan bahwa budidaya jamur tiram memiliki potensi perputaran ekonomi harian yang sangat menjanjikan dan tangguh terhadap guncangan krisis ekonomi.
“Jamur tiram ini siklus panennya cepat dan permintaannya tinggi. Sektor seperti inilah yang menyentuh langsung ekonomi dapur masyarakat. Kami hadir untuk melihat peluang agar para pembudidaya nantinya akan mendapatkan ekosistem usaha yang sehat dari hulu hingga ke hilir,” ujar Yunasril saat meninjau langsung lokasi Budidaya Jamur Tiram milik Edi Perianto di Desa Blok 10 Kecamatan Dolok Masihul, Sergai, Minggu (31/5/2026) kemarin.
Selain itu, lanjut Yunasril, kami tertarik menjadikan dan mempromosikan Jamur Tiram ini sebagai salah satu menu MBG di Dapur SPPG di Wilayah Sergai dan sekitarnya. Sebab dengan mengintegrasikan jamur tiram ke dalam menu MBG, bukan sekadar memberikan “sayur” biasa kepada anak-anak, melainkan memasukkan bahan pangan super (superfood) lokal yang tinggi protein, hemat anggaran, disukai anak-anak, dan menggerakkan ekonomi para petani jamur di Sergai yang kita cintai ini,” terangnya.
Kisah Sukses Edi Perianto: Dari Kendala Pasar Hingga Kuasai Lintas Daerah
Merespons kunjungan tersebut, Edi Perianto, seorang pengusaha dan pelopor pembudidaya jamur tiram lokal di Sergai, menyambut baik perhatian yang diberikan oleh parpol berlambang mercy ini. Di hadapan Ketua DPC Demokrat Sergai, Edi menceritakan pasang surut usahanya yang telah dirintis sejak tahun 2012 silam.
“Usaha jamur tiram ini saya rintis sejak tahun 2012. Kalau diingat-ingat, kendala terbesar saat memulai dulu adalah pangsa pasar; sangat sulit meyakinkan konsumen dan mencari pembeli. Namun alhamdulillah, seiring perkembangan teknologi dan media sosial sekarang, urusan pemasaran sudah jauh lebih mudah dan terbuka luas,” ungkap Edi Perianto.

Berkat ketekunan selama belasan tahun, usaha yang berbasis di Sergai ini kini telah berkembang pesat. Edi membeberkan bahwa wilayah pemasaran jamur segarnya kini telah merambah berbagai daerah strategis di Sumatera Utara.
“Untuk target pasar jamur segar, saat ini kami sudah rutin menyuplai ke wilayah Sergai, Batu Bara, Asahan, Deli Serdang, hingga Medan sekitarnya. Bahkan untuk produk bibit jamur yang kami produksi, permintaannya sudah meluas sampai ke Padang Sidempuan, Karo, dan Asahan,” tambahnya.
Berdayakan Warga Sekitar dan Targetkan Masuk Program MBG
Usaha budidaya milik Edi juga telah memberikan dampak sosial nyata bagi lingkungan tempat tinggalnya. Dengan kapasitas panen harian yang melimpah, ia mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Saat musimnya tiba, kami bisa panen setiap hari dengan kapasitas mencapai 50 hingga 70 kilogram per hari. Untuk mengelola kapasitas sebesar itu, saat ini saya memberdayakan 9 orang pekerja yang semuanya merupakan warga sekitar sini,” jelas Edi dengan bangga.
Terkait kehadiran DPC Partai Demokrat Sergai yang berkomitmen membawa UMKM naik kelas, Edi menaruh harapan besar agar dunia usaha budidaya jamur mendapat ruang dalam program strategis pemerintah, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Harapan besar kami ke depan, Jamur Tiram dari Sergai ini bisa masuk ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu menu bernutrisi. Jika ini terwujud, kami yakin bisa membuka lebih banyak lapangan kerja baru dan memperluas kemitraan pembudidaya di berbagai daerah,” pungkas Edi.(red)












Leave a Reply